..........Saat mulai komplain dan keluh kesah mulai mendominasi hari, itu tanda kalau "ransel" mulai rindu dengan debu jalanan.....#quote ku :-)
Buat gw travelling itu hidup, bisa jadi hidup enak dan bisa jadi hidup pas pasan juga bisa jadi hidup ala kadarnya, tergantung dari sisi mana gw mau lihat setiap moment perjalanan gw saat itu. Tapi yang pasti, travelling buat gw adalah cara yg indah untuk mensyukuri hidup gw. ( kata temen gw sih "alasan klasik biar keren " :-) )
Gw suka jalan tanpa rencana atau planning yang jelas, "my plan is no plan" dan seringkali gw harus menanggung "no plan" itu dengan tersesat trus ujung ujungnya nemu tempat yg asik buat "nglesot" seharian, jalan bermil mil tanpa nemuin apapun yg asik diliat, tp ujung ujungnya dpt penginapan gratis ( kasihan liat muka lelah gw kali ) atau sekedar duduk melihat orang orang yg memegang peta lengkap dengan tanda tanda merah spidol di setiap destinasi favoritnya, dan sekali lagi...ujung ujungnya gw ngekor jd "anak bawang" mereka ( artinya ketemu orang baru, ilmu baru dan kegilaan baru :-) )
Saat hendak travelling biasanya gw ngerasa keren, kenapa? travelling lebih dari 2 minggu dan gw hanya membawa ransel kuning kapasitas 14 kg,yg isinya hanya beberapa helai kaos, celana kain,1 -2 celana jeans dan stok sandal jepit dalam tas kresek hitam. Tetapi begitu bertemu dengan teman teman traveller lainnya, rasa keren gw luntur kayak kain batik cebanan baru dicuci. Gimana gak ? mereka jauh lebih "keren" dengan membawa ransel ukuran sama dan bisa travelling berbulan bulan bahkan bertahun tahun. ( iri yang gak asik keuless ).
Gw sadar sih traveling bukan soal keren atau tidaknya, besar atau kecilnya ransel, lama atau tidaknya travel tapi tergantung dari: bagaimana kita bisa menikmati setiap moment perjalanan kita dan belajar dari apa yg kita lalui, dan lebih indahnya : bisa belajar menjadi manusia yg lebih baik, lebih bersyukur dan lebih "merasa" kalau Sang Pencipta itu benar benar sayang sama kita. ( hadewww.......serius dikit ya di bagian ini )
Gw suka cara jalan dengan gaya backpackingan artinya bukan hanya cuman bawa ransel di punggung ( biar dibilang keren, padahal gak nggablek koper,suerrr... ) tapi dengan waktu jalan yg lama (minimal 2 minggu ) dengan biaya sendiri dan dengan tujuan yg ditentukan sendiri, selain merasa sebagai "super hero" karena pede mau gak mau naik ke awang awang, dengan cara jalan backpackingan bisa membuat gw cepet cari solusi, belajar lebih banyak dan gak gampang nyerah kalau ketemu kesulitan. ( eitsss...bayangkan aja kalau jalan sendiri dan gampang nyerah?!?!? apa kata pemilik hostel...) Intinya : backpackingan itu asik dan jadi backpacker itu kerennnn ( yg baca ygak boleh protes )
Salam "kuning",tetap "ngeransel" dan berhenti komplain
PS : tulisannya kayak pelangi,warna warni, maklum ababil gak stabil